10 Teras Pertanian Paling Menakjubkan di Dunia

Lahan pertanian dengan membentuk teras-teras dapat ditemukan di berbagai budaya di seluruh dunia. Dengan teras-teras ini, wilayah pegunungan dengan yang kontur yang berbukit-bukit pun dapat dipakai sebagai lahan pertanian yang subur. Karena, terasering dapat mencegah terjadinya erosi, selain itu air untuk irigasi pun dapat dihemat. Tidak hanya itu, sawah yang betingkat-tingkat ini juga dapat menyajikan beberapa pemandangan paling spektakuler di dunia.

1. Terasering di Bali


Sawah berteras-teras dapat ditemukan hampir di seluruh pulau Bali. Masyarakat Bali bergantung pada metode pertanian ini selama hampir 2000 tahun. Di tengah-tengah pulau Bali, tepatnya di sebelah utara desa Tegallalang di Ubud, terdapat serangkaian sawah teras yang menjadi favorit bagi para wisatawan dan para fotografer. Sawah bertingkat seperti ini juga dapat ditemukan di Sayan, Jatiluwih, Pupuan dan Tabanan. Di Bali, sawah berteras seperti ini dikerjakan sesuai dengan tatanan sosial yang terorganisir dengan baik, yang disebut subak. Subak mengelola dan mendistribusikan sumber air irigasi dengan jadwal yang ketat, sehingga seluruh sawah ini dapat terairi dengan baik.

2. Teras Sawah Banaue

Gigi Sang Buddha Disimpan di Vihara Ini

Di Kandy, Sri Lanka, ada vihara Buddha paling suci. Di sana, tersimpan relik suci berupa gigi asli dari Siddhartha Gautama. Penasaran dengan gigi Sang Buddha?

Kandy adalah bekas ibukota Sri Lanka, sebelum dijajah Inggris. Kota yang berjarak 116 km dari Colombo ini menjadi kota suci untuk umat Buddha di Sri Lanka, karena menjadi tempat persemayaman relik suci gigi Sang Buddha.

Sri Dalada Maligawa atau Vihara Gigi adalah tempat yang paling banyak dikunjungi traveler di Kandy, Sri Lanka. detikTravel berkunjung ke kota yang sejuk ini beberapa waktu lalu.

Sri Dalada Maligawa ini terletak di tepi Danau Kandy yang luas dan cantik. Di pelatarannya banyak terdapat stupa, namun yang paling menarik adalah Pohon Bodhi, pohon suci umat Buddha sebagai tempat Buddha bertapa.

Wisatawan asing membayar 1.000 Rupee dan tambahan 300 Rupee untuk kamera (total Rp 91.000). Karena ini tempat suci, banyak tata krama yang harus ditaati, seperti melepas alas kaki sebelum masuk ke kompleks istana Kandy ini.

Keren! Museum Ini Punya 300 Miniatur dalam Botol

Bottle Art Museum di Pattaya, Thailand menyuguhkan karya seni dalam botol kepada wisatawan. Sekitar 300 miniatur bentuk bangunan di seluruh dunia tersaji dalam botol di museum ini.

Kalau ingat dengan karya seni kapal laut dalam botol, tentu Anda akan merasa bingung bagaimana caranya miniatur kapal tersebut bisa masuk ke dalam sebuah botol. Keunikan karya seni ini pun seringkali memikat setiap pelancong untuk mengetahui proses pembuatannya.

Ya, itu baru satu bentuk yang Anda ketahui bisa masuk dalam botol. Di Bottle Art Museum, Pattaya, Thailand, pelancong semakin dibuat menganga dan takjub melihat berbagai bentuk miniatur yang tersaji di dalam botol-botol lucu.

5 Desa Tercantik, Bagaikan Lukisan

Jika Anda pernah melihat gambar pedesaan yang cantik di foto atau lukisan, itu bukanlah khayalan atau gambaran manusia. Semuanya benar ada dan bisa langsung Anda kunjungi. Penasaran? Inilah 5 desa paling cantik di dunia.

Berikut adalah 5 desa paling cantik di seluruh dunia. Bahkan, kecantikan 5 desa ini bagaikan lukisan Tuhan yang diturunkan di bumi.

1. Desa Bibury, Inggris



Inggris memiliki desa cantik pertama yang bernama Bibury. Desa ini berada di tepian Sungai Coln di distrik Cotswold. Desa Bibury sudah disebut sebagai desa paling cantik di Inggris sejak abad ke-19 oleh penulis bernama William Morris.

Karena berada di kawasan perbukitan, desa ini tampak asri dengan hijaunya rumput yang mengelilingi. Bunga aneka warna juga tak mau kalah tampil untuk memberikan warna pada desa.

Yang membuat Bibury semakin menarik adalah hampir seluruh bangunan di desa ini masih asli terbuat dari batu, tidak berubah sejak abad ke-17. Sungai Coln yang memiliki aliran air jernih, juga menjadi bumbu manis desa.

Ingat Antibiotik Itu untuk Membunuh Bakteri Bukan Virus

Tidak semua penyakit memerlukan antibiotik dalam proses penyembuhannya. Untuk itu ketahui penyakit apa saja yang benar-benar antibiotik dalam membantu proses penyembuhannya?

Antibiotik adalah molekul kecil yang bisa membunuh atau menghentikan pertumbuhan bakteri dengan cara menghambat fungsi penting dari sel bakteri. Untuk itu antibiotik akan diberikan jika suatu penyakit disebabkan oleh infeksi bakteri, dan menjadi sia-sia jika diberikan pada penyakit akibat virus.

"Yang butuh antibiotik itu jika disebabkan oleh infeksi bakteri," ujar dr Sandra Utami Widiastuti, SpPD dari RS Siloam Kebun Jeruk seperti yang dilansir Detik.Com Rabu (5/9/2012).

dr Sandra menuturkan banyak sekali keluhan pasien karena virus, jamur atau protozoa lain. Jika penyakit-penyakit ini diberikan antiiotik maka penangannya menjadi tidak tepat.

Fakultas Biologi UGM Temukan Tanaman Bahan Dasar Parfum

Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta segera mengembangkan tanaman Gama Melon Parfum  yang bisa menjadi bahan dasar parfum.

Dalam uji penelitian  Kebun Pendidikan Penelitian Pengembangan Petanian (KP4) UGM, tanaman itu bisa tumbuh dengan sangat memuaskan.
Dosen Fakultas Biologi UGM, Dr. Budi S. Daryono, M.Agr.Sc., sebagai pemrakarsa penelitian itu, di sela-sela panen Gama Melon Parfum di Kebun Pendidikan Penelitian Pengembangan Petanian (KP4) UGM, Selasa (4/9/2012) sepeti yang dilansir pada kompas.com, menyatakan,  gama melon parfum, merupakan kultivar baru, merupakan hasil persilangan antara indukan NO3 dengan MR5.
Kultivar ini mempunyai karakter fenotip ukuran buah kecil, kulit buah berwarna hijau dan terdapat ornament unik, rasa pahit, namun memiliki aroma yang sangat wangi.

"Dalam satu tanaman dapat dikembangkan 4-10 buah sehingga dapat diperoleh buah dalam jumlah banyak,'jelas Budi. Budi menyatakan, aroma wangi yang sangat kuat dari buah tersebut berpotensi dapat dijadikan bahan baku parfum dari bahan alam. Produk parfum yang nanti dihasilkan dapat mengurangi ketergantungan pada produk impor barang-barang kosmetik.
"Gama Melon Parfum ini dapat dijadikan subtitusi bahan baku parfum yang selama ini berasal dari bahan sintetik yang cenderung tidak ramah lingkungan," kata Budi dengan menambahkan, "Biasanya kita impor bahan-bahan sintetik untuk parfum dari Korea." .

Facebook Bakal Hapus Fitur 'Likes'?

Seperti dikutip dari Inquirer, Facebook berniat untuk menyingkirkan 'Likes' yang bukan berasal dari orang yang benar-benar ingin memberikan sanjungan di jejaring sosial terbesar tersebut.

"Kami baru saja meningkatkan teknologi otomatis kami untuk memindahkan 'Likes' di laman Facebook, yang ditujukan untuk melanggar term of service di Facebook," tulis tim keamanan Facebook di sebuah postingan blog.

"Teknologi yang sudah ditingkatkan ini akan memindahkan 'Likes' yang dihasilkan oleh malware, akun-akun yang ter-compromised, bulk 'Likes' hasil membeli dan lain-lain," ungkap mereka.

Pihak Facebook sudah lama memberikan kepada pengguna mereka kemampuan untuk mendukung suatu tampilan dengan mengklik ikon 'Likes'.

Kebun Binatang Gunakan Aplikasi untuk Latih Kera

Sepertinya untuk dunia kebun binatang pun aplikasi mobile sudah banyak digunakan, contohnya seperti di bawah ini.

Dilansir oleh Reuters, para penjaga kebun binatang di sepanjang wilayah AS dan Kanada menemukan bahwa beberapa jenis kera ternyata sangat antusias terhadap aplikasi mobile.

Sebagai bagian dari program yang bernama 'Apps for Apes', 12 kebun binatang di AS dan Kanada telah menerapkan aplikasi tersebut di iPad untuk melatih Orang Utan yang berasal dari Indonesia dan Malaysia.

"Sama seperti manusia, orang utan ini sangat suka menyentuh perangkat tablet, dan menonton video di dalamnya yang berisi gambar hewan-hewan lainnya," ujar Richard Zimmerman, pendiri dari Organisasi Orangutan Outreach, yang menjalankan inisiasi program aplikasi tersebut.
Dua kali dalam sepekan, para orang utan tersebut diberikan akses gunakan tablet. Hewan-hewan tersebut rata-rata menghabiskan waktu 15 menit bermain aplikasi di tablet.